Cari Blog Ini

Minggu, 24 November 2013

Negara dan Warna Negara

NEGARA

Negara menurut wikipedia, adalah suatu wilayah di permukaan bumi yang kekuasaannya baik politik, militer,ekonomi, sosial maupun budayanya diatur oleh pemerintahan yang berada di wilayah tersebut. Negara juga merupakan suatu wilayah yang memiliki suatu sistem atau aturan yang berlaku bagi semua individu di wilayah tersebut, dan berdiri secara independent. Syarat primer sebuah negara adalah memiliki rakyat, memiliki wilayah, dan memiliki pemerintahan yang berdaulat. Sedangkan syarat sekundernya adalah mendapat pengakuan dari negara lain.

Negara adalah suatu organisasi dari sekelompok manusia yang mendiami suatu wilayah tertentu dan mengetahui adanya satu pemerintahan yang mengurus tata tertib dan keselamatan kelompok tersebut. Negara juga diartikan sebagai suatu perserikatan yang melaksanakan satu pemerintahan melalui hokum yang mengikat masyarakatnya demi ketertiban sosial.

Negara merupakan alat masyarakat yang mempunyai kekuasaan untuk mengatur hubungan antar manusia dalam masyarakat. Negara dapat memaksakan kekuasaannya secara sah terhadap semua golongan.

Tugas utama Negara yaitu : Mengatur dan menertibkan gejala-gejala kekuasaan dalam masyarakat yang bertentangan satu sama lain. Mengatur dan menyatukan kegiatan manusia dan golongan untuk menciptakan tujuan bersama yang disesuaikan dan diarahkan pada tujuan Negara.

WARGA NEGARA

Warga Negara adalah orang orang yang menjadi bagian dalam suatu negara.

PERANAN DAN KEDUDUKAN WARGA NEGARA DALAM NEGARA

Hubungan Warga Negara dengan Negara :

Hak yang dimiliki warga negara :
1. Warga Negara berhak mendapatkan perlindungan hukum. Warga Negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum. Tidak memandang siapapun warga negara tersebut.
2. Warga Negara berhak mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak.
3. Warga Negara bebas memilih, memeluk, dan menjalankan agama dan kepercayaan yang mereka pilih.
4. Warga Negara berhak mendapatkan pendidikan dan pengajaran.
5. Warga Negara berhak berserikat, berkumpul, megutarakan pendapatnya secara lisan maupun tulisan sesuai undang-undang yang berlaku.

Kewajiban yang dimiliki warga negara :
1. Warga Negara berkewajiban untuk membela negara, mempertahankan kedaulatan negara.
2. Warga Negara berkewajiban membayar pajak dan retribusi terhadap pemerintah tersebut.
3. Warga Negara berkewajiban menjunjung tinggi dasar-dasar negara hukum, dan pemerintahan negara tersebut.
4. Warga Negara berkewajiban menaati peraturan yang telah di tetapkan Negara tersebut.
5. Warga Negara berkewajiban ikut serta dalam pembangunan Bangsa dan Negara tersebut.

Dengan demikian, hubungan warga negara dengan negara adalah hubungan timbal balik dari warga negara yang mendapatkan hak dari negara dan memiliki kewajiban yang harus diberikan kepada negara.

SUMBER :

http://id.m.wikipedia.org/wiki/Negara
http://karinarisaf.blogspot.com/2010/12/negara-negara-adalah-suatu-organisasi.html
http://dwi-dobelyu.blogspot.com/2012/11/warga-negara-dan-negara.html

»»  READMORE...

Pemuda dan Sosialisasi

PEMUDA


Pemuda/pemudi bisa dikatakan saat ini sangat rentan terhadap segala hal yang berkaitan dengan segala hal dari segi pikiran , dan materi. Karena pemuda memiliki tingkat emosional yang tinggi , yang serba ingin tahu, serta ingin mencobanya. Mereka pemuda / pemudi ) memiliki perkembangan yang kuat untuk mencari apa yang mereka inginkan demi memcapai yang di inginkan olehnya. Tingkat emosional yang begitu besar yang membuat mereka semua untuk bangkit atau semangat , berjuang mencapai keinginannaya. Pemuda zaman sekarang berbeda dengan pemuda masa lalu  perbedaannya pun  jelas terlihat oleh semua orang , dari segi pemikiran , pergaulan , pemecahan masalah .

Pemuda adalah golongan manusia-manusia muda yang masih memerlukan pembinaan dan pengembangan kearah yang lebih baik, agar dapat melanjukan dan mengisi pembangunan yang kini telah berlangsung, pemuda di indonesia dewasa ini sangat beraneka ragam, terutama bila dikaitkan dengan kesempatan pendidikan.

Keragaman tersebut pada dasarnya tidak mengakibatkan perbedaan dalam pembinaan dan pengembangan generasi muda, Proses kehidupan yang dialami oleh para pemuda Indonesia tiap hari baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat membawa pengaruh yang besar pula dalam membina sikap untuk dapat hidup di masyarakat, proses demikian itu bisa disebut dengan istilah sosialisasi, proses sosialisasi itu berlangsung sejak anak ada di dunia dan terus akan berproses hingga mencapai titik kulminasi.

Dilihat dari ideologis politis, generasi muda adalah mereka yang berusia 18 – 30 – 40 tahun, karena merupakan calon pengganti generasi pendahulu, pengertian pemuda berdasarkan umur dan lembaga serta ruang lingkup tempat pemuda berada terdiri atas 3 norma katagori yaitu :

Siswa, usia antara 6 – 18 Tahun, masih duduk di bangku sekolah.
Mahasiswa usia antara 18 – 25 Tahun beradi di perguruan tinggi dan akademik.
Pemuda di luar lingkungan sekolah maupun perguruan tinggi yaitu mereka yang berusia 15 – 30 keatas.

Akan tetapi, apabila melihat peran pemuda sehubung dengan pembangunan, peran itu dibedakan menjadi dua yaitu :

Didasarkan atas usaha pemuda untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan-tuntutan lingkungan, Pemuda dalam hal ini dapat berperan sebagai penerus tradisi dengan jalan menaati tradisi yang berlaku.

Didasarkan atas usaha menolak menyesuaikan diri dengan lingkungan, peran pemuda jenis ini dapat dirinci dalam tiga sikap, yaitu :
Jenis Pemuda “Pembangkit” Mereka adalah pengurai aatau pembuka kejelasan dari suatu masalah sosial, Mereka secara tidak langsung mengubah masyarakat dan kebudayaan.
Pemuda pdelinkeun atau pemuda nakal, Mereka tidak berminat mengadakan perubahan, baik budaya maupun pada masyarakat, tetapi hanya berusaha memperoleh manfaat dari masyarakat dengan melakukan tindakan menguntungkan bagi diriny, sekalipun dalam kenyataannya merugikan.
Pemuda radikal, Mereka beringinan besar untuk mengubah masyarakat dan kebudayaan lewat cara-cara radikal, revolusioner.

Kedudukan pemuda dalam masyarakat adalah sebagai makhluk moral, makhluk sosial, Artinya beretika, bersusila, dijadikan sebagai barometer moral kehidupan bangsa dan pengreksi, sebagai makhluk sosial artinya pemuda tidak dapat berdiri sendiri, hidup bersama-sama, dapat menyesuaikan diri dengan norma-norma, kepribadian, dan pandangan hidup yang dianut masyarakat, sebagai makhluk induvidual artinya tidak melakukan kebebasan sebebas-bebasnya, tetapi disertai ras tanggung jawab terhadap diri sendiri, terhadap masyarakat, dan terhadap tuhan yang maha esa.

SOSIALISASI

Melalui proses sosialisasi, seorang pemuda akan terwanai cara berfikir dan kebiasan-kebiasaan hidupnya, dengan demikian, tingkah laku seseorang akan dapat diramalkan, dengan proses sosialisasi, seseorang menjadi tahu bagaimana ia mesti bertingkah laku di tengah-tengah masyarakat dan lingkungan kebudayaan, dari keadaan tidak atau belum.

Tersosialisasi, menjadi manusia masyarakat dan beradab , kedirian dan kepribadian melalui proses sosialisasi dapat terbentuk, dalam hal ini sosialisasi diartikan sebagai proses yang membantu individu melalui belajar dan menyesuaikan diri, bagaimana cari hidup dan bagaimana cara berfikir kelompoknya agar dapat berperan dan fungsi dalam kelompoknya, Sosialisasi merupakan salah satu proses belajar kebudayan dari anggota masyarakat dan hubungannya dengan sistem sosial.

Proses sosialisasi banyak ditentukan oleh susunan kebudayaan dan lingkungan sosial yang bersangkutan, berbeda dengan inkulturasi yang mementingkan nilai-nilai dan norma-norma kebudayaan dalam jiwa individu, sosialisasi dititik beratkan pada soal individu dalam kelompok melalui pendidikan dan perkembangannya, oleh karena itu proses sosialisasi melahirkan kedirian dan kepribadian seseorang, kedirian (Self) sebagai suatu produk sosialisasi, merupakan kesadaran terhadap diri sendiri dan memandang adanya pribadi orang lain di luar dirinya, kesadaran terhadap diri sendiri membuat timbulnya sebutan “AKU” Atau “SAYA” sebagai kedirian subyektif yang sulit dipelajari. Asal mula timbulnya kedirian :Dalam proses sosialisasi mendapat bayangan dirinya, yaitu setelah memperhatikan cara orang lain memandang dan memperlakukan dirinya, misalnya ia tidak disukai, tidak dihargai, tidak dipercaya, atau sebaliknya, dia disayangi, baik budi dan dapat dipercaya.Dalam proses sosialisasi juga membentuk kedirianyang ideal , orang bersangkutan mengetahui dengan pasti apa-apa yang harus ia lakukan agar memperoleh penghargaan dari orang lain, bentuk-bentuk kedirian ini berguna dalam meningkatkan ketaatan anak terhadap norma-norma sosial.Bertitik tolak dari pengertian pemuda, maka sosialisasi pemuda dimulai dari umur 10 tahun dalam lingkungan keluarga, tetangga, sekolah, dan jalur organisasi formal atau informal untuk berperan sebagai makhluk sosial, makhluk individual bagi pemuda.

Pemuda merupakan sekolompok orang yang mempunyai semangat dan sedang dalam tahap pencarian jati diri. Pemuda juga merupakan generasi penerus bangsa. Beberapa orang mengatakan, pemuda tidak dilihat dari usianya melaikan dari semangatnya. Maju mundurnya suatu bangsa tidak lepas dari peranan para pemuda.

Sedangkan identitas atau jati diri merupakan sikap atau sifat yang ada dalam diri seseorang. Pada saat usia masih mudalah biasanya orang mulai melakukan pencarian jati diri atau mengenali identitas dirinya.

MASALAH KEPEMUDAAN

Dalam tahap pencarian identitas inilah terkadang masih menemukan kendala. Apalagi dizaman yang serba bebas sekarang ini. Pergaulan merupakan faktor utama yang mempengaruhi terbentuknya jatidiri pemuda. Hal itu dapat dibuktikan dengan melihat media masa, tidak dapat kita pungkiri lagi bahwa cukup banyak tindak kriminal yang yang diberitakan oleh media masa itu, pelakunya adalah para pemuda. Mulai dari tawuran antar pelajar, perkelahian antar geng, narkoba, dan tindakan asusila lain. Dari contoh tersebut dapat dikatakan bahwa moral pemuda zaman sekarang sudah menurun dibanding pemuda generasi sebelumnya. Pemuda mulai kehilangan jati dirinya karena mereka cenderung ikut-ikutan ke dalam pergaulan yang bebas yang sedang ”in” saat ini.

Sangat disayangkan apabila kita melihat pengambaran mengenai pemuda seperti diatas. Karena pemuda mempunyai semangat untuk melakukan perubahan yang sangat berpengaruh dalam meneruskan perjuangan bangsa dan agama. Ada beberapa solusi agar pemuda tidak kehilangan jatidirinya, yaitu sangat dibutuhkan peran orang tua dalam mendidik anak-anaknya agar bisa menjadi pemuda yang berguna. Selain itu, pendidikan agama dan akhlak yang mulia juga harus ditanamkan kepada para pemuda agar tidak mudah terpengaruh kedalam tindakan kemaksiatan.

Oleh karena itu Kita sebagai pemuda-pemudi harapoan bangsa jangan sampai kehilangan identitas kita. Matrilah kita mulai perubahan dari diri kita sendiri agar kita dapat memajukan bangsa ini dan dan kita dapat menjadi pemuda yang bermanfaat bagi agama dan bangsa.

IDENTITAS PEMUDA DI PERGURUAN TINGGI

Sebagai pemuda yang sedang mengenyam pendidikan di perguruan tinggi, sudah seharusnya bertanggung jawab terhadap segala konsekuensi yang di pilih.
Potensi Generasi Muda dapat dikembangkan melalui bidangnya masing – masing agar tercapai suatu keinginan yang selaras antara Generasi sebelumnya dan Generasi Baru yang akan mencapai suatu negara yang maju dan sejahtera.

SUMBER :

http://tantanoxavia.wordpress.com/2012/10/22/pemuda-dan-sosialisasi/
http://liaambar.wordpress.com/2010/10/28/pemuda-dan-identitas/
»»  READMORE...

Sabtu, 09 November 2013

Individu, Keluarga dan Masyarakat

1. Pengertian Individu dan Masyarakat

a. Pengertian Individu

Individu berasal dari kata individum (Latin), Yaitu satuan kecil yang tidak dapat dibagi lagi. Individu menurut konsep Sosiologis berarti manusia yang hidup berdiri sendiri. Individu sebagai mahkluk ciptaan Tuhan di dalam dirinya selalu dilengkapi oleh kelengkapan hidup yang meliputi raga, rasa, rasio, dan rukun.
  • Raga, merupakan bentuk jasad manusia yang khas yang dapat membedakan antara individu yang satu dengan yang lain, sekalipun dengan hakikat yang sama
  • Rasa, merupakan perasaan manusia yang dapat menangkap objek gerakan dari benda-benda isi alam semesta atau perasaan yang menyangkut dengan keindahan
  • Rasio atau akal pikiran, merupakan kelengkapan manusia untuk mengembangkan diri, mengatasi segala sesuatu yang diperlukan dalam diri tiap manusia dan merupakan alat untuk mencerna apa yang diterima oleh panca indera.
  • Rukun atau pergaulan hidup, merupakan bentuk sosialisasi dengan manusia dan hidup berdampingan satu sama lain secara harmonis, damai dan saling melengkapi. Rukun inilah yang dapat membantu manusia untuk membentuk suatu kelompok social yang sering disebut masyarakat

b. Pengertian Pertumbuhan

Pertumbuhan (Growth) adalah dapat diartikan sebagai :
Pertumbuhan adalah suatu proses pertambahan ukuran, baik volume, bobot, dan jumlah sel yang bersifat irreversible (tidak dapat kembali ke asal). Pertumbuhan dan perkembangan memiliki arti yang sangat penting bagi makhluk hidup. Dengan tumbuh dan berkembang dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya dan melestarikan keturunannya. Sewaktu masih bayi, balita, dan anak kecil, manusia memiliki daya tahan tubuh yang masih lemah sehingga mudah terserang penyakit. Tetapi, setelah tumbuh dan berkembang menjadi dewasa, daya tahan tubuhnya semakin kuat sehingga kelangsungan hidupnya lebih terjamin.

Pertumbuhan dan perkembangan membawa manusia kepada kedewasaan. Setelah dewasa, manusia dapat menghasilkan keturunan sehingga populasi manusia akan terjaga kelestariannya.

2. Faktor – faktor yang mempengaruhi pertumbuhan
  • Pendirian Nativistik : Pertumbuhan individu semata-mata ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir.
  • Pendirian Empiristik dan Envinronmentalistik : Pertumbuhan individu semata-mata tergantung kepada lingkungan sedangkan dasar tidak berperanan sama sekali.
  • Pendirian Konvergensi dan Interaksionisme : Interaksi antara dasar dan linkunagan dapat menentukan pertumbuhan individu.

Tahap pertumbuhan Individu berdasarkan Psikologi
Fase-fasenya, antara ain :
- masa vital
- masa estetik
- masa intelektual
- masa sosial

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia :
Pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup merupakan hasil interaksi antara faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal dan faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup adalah gen, nutrisi, hormon, dan lingkungan.

1. Gen
Gen adalah faktor pembawa sifat menurun yang terdapat di dalam sel makhluk hidup. Gen berpengaruh pada setiap struktur makhluk hidup dan juga perkembangannya, walaupun gen bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhinya. Artinya, sifat-sifat yang tampak pada makhluk hidup seperti bentuk tubuh, tinggi tubuh, warna mata, warna bulu pada hewan, warna bunga, penambahan ukuran, dan sebagainya dipengaruhi oleh gen yang dimilikinya. Masing-masing jenis (spesies), bahkan masing-masing individu memiliki gen untuk sifat tertentu.

2. Nutrisi
Nutrisi/makanan berperan pentingdalam pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Fungsi nutrisi di antaranya adalah sebagai bahan pembangun tubuh makhluk hidup. Sampai batas usia tertentu manusia akan mengalami pertumbuhan, yaitu bertambah tinggi dan besar. Hal ini dapat terjadi karena setiap hari manusia makan makanan yang cukup bergizi. Nutrisi bagi manusia dapat berupa protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral. Protein merupakan bahan pembangun sel-sel tubuh. Oleh karena itu dalam masa pertumbuhan harus mendapatkan protein yang cukup.

3. Hormon
Hormon merupakan senyawa organik (zat kimia) pada manusia dan sebagian hewan. Hormon dihasilkan oleh kelenjar endokrin. Kelenjar endokrin merupakan kelenjar buntu, artinya kelenjar itu tidak memiliki saluran. Hasil sekresi kelenjar endokrin (hormon) langsung masuk ke pembuluh darah. Hormon diedarkan ke seluruh tubuh oleh darah. Hormon mempengaruhi reproduksi, metabolisme, serta pertumbuhan dan perkembangan pada manusia dan sebagian hewan. Pada manusia, hormon pertumbuhan (Growth Hormone/GH) mempengaruhi kecepatan pertumbuhan seseorang. Seseorang yang kelebihan hormon akan mengalami pertumbuhan yang luar biasa/gigantisme. Sebaliknya, jika seseorang kekurangan hormon pertumbuhan maka dapat mengakibatkan kekerdilan. Hormon tiroksin yang dihasilkan oleh kelenjar gondok (kelenjar tiroid) mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan manusia. Bila pada masa kanak-kanak kekurangan hormon tiroksin mengakibatkan kretinisme. Kretinisme yaitu pertumbuhan yang lambat dan mental yang terbelakang, sehingga perkembangannya juga terhambat.

4. Lingkungan
Faktor ini yang memberi pengaruh cukup besar terhadap pembentukan karakter adalah lingkungan di mana seorang tumbuh dan di besarkan, norma dalam keluarga, kelompok sosial, pengaruh-pengaruh lain seseorang manusia dapat alami. Faktor lingkungan ini mempunyai peranan penting dalam membentuk kepribadian seseorang dan lingkungan ini sangat berpengaruh bagi kehidupan seseorang

3. Pengertian fungsi keluarga  dan jenis dari fungsi keluarga

a. Pengertian 

Fungsi keluarga adalah suatu pekerjaan- pekerjaan atau tugas-tugas yang harus dilaksanakan di dalam atau oleh keluarga itu.

b. Jenis 

1. Fungsi biologis :
  • Meneruskan keturunan
  • Memelihara dan membesarkan anak
  • Memenuhi kebutuhan gizi keluarga
  • Memelihara dan merawat anggota keluarga

2. Fungsi Psikologis :
  • Memberikan kasih sayang dan rasa aman
  • Memberikan perhatian di antara anggota keluarga
  • Membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga
  • Memberikan identitas keluarga
3. Fungsi sosialisasi :
  • Membina sosialisasi pada anak
  • Membentuk norma-norma tingkah laku sesuai dengan tingkat perkembangan anak
  • Meneruskan nilai-nilai budaya keluarga
4. Fungsi ekonomi :
  • Mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga
  • Pengaturan penggunaan penghasilan keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga
  • Menabung untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan keluarga di masa yang akan datang (pendidikan, jaminan hari tua)
5. Fungsi pendidikan :
  • Menyekolahkan anak untuk memberikan pengetahuan, ketrampilan dan membentuk perilaku anak sesuai dengan bakat dan minat yang dimilikinya
  • Mempersiapkan anak untuk kehidupan dewasa yang akan datang dalam memenuhi peranannya sebagai orang dewasa
  • Mendidik anak sesuai dengan tingkat-tingkat perkembangannya

4. Pengertian Keluarga dan Masyarakat

a. Pengertian Keluarga
  • Duvall dan Logan ( 1986 ) :
Keluarga adalah sekumpulan orang dengan ikatan perkawinan, kelahiran, dan adopsi yang bertujuan untuk menciptakan, mempertahankan budaya, dan meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional, serta sosial dari tiap anggota keluarga.
  • Bailon dan Maglaya ( 1978 ) :
Keluarga adalah dua atau lebih individu yang hidup dalam satu rumah tangga karena adanya hubungan darah, perkawinan, atau adopsi. Mereka saling berinteraksi satu dengan yang lain, mempunyai peran masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu budaya.
  • Departemen Kesehatan RI ( 1988 ) :

Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah satu atap dalam keadaan saling ketergantungan.

Dapat disimpulkan bahwa karakteristik keluarga adalah :
1. Terdiri dari dua atau lebih individu yang diikat oleh hubungan darah, perkawinan atau adopsi
2. Anggota keluarga biasanya hidup bersama atau jika terpisah mereka tetap memperhatikan satu sama lain
3. Anggota keluarga berinteraksi satu sama lain dan masing-masing mempunyai peran sosial : suami, istri, anak, kakak dan adik
4. Mempunyai tujuan : menciptakan dan mempertahankan budaya, meningkatkan perkembangan fisik, psikologis, dan sosial anggota.

b. Pengertian Masyarakat

Berikut di bawah ini adalah beberapa pengertian masyarakat dari beberapa ahli sosiologi dunia.
  • Menurut Selo Sumardjan masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.
  • Menurut Karl Marx masyarakat adalah suatu struktur yang menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan akibat adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terbagi secara ekonomi.
  • Menurut Emile Durkheim masyarakat merupakan suatu kenyataan objektif pribadi-pribadi yang merupakan anggotanya.
  • Menurut Paul B. Horton & C. Hunt masyarakat merupakan kumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu yang cukup lama, tinggal di suatu wilayah tertentu, mempunyai kebudayaan sama sertamelakukan sebagian besar kegiatan di dalam kelompok / kumpulan manusia tersebut.

5. Pembagian dan Perbedaan Golongan dalam Masyarakat

1.  Masyarakat Non Industri

Kita telah tahu secara garis besar bahwa , kelompok nasional atau organisasi kemasyarakatan non industri dapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu kelompok primer (primary group) dan kelompok sekunder (secondary group).

a. Kelompok primer
Dalam kelompok primer, interaksi antar anggota terjalin lebih intensif, lebih erat, lebih akrab. Di karenakan para anggota kelompok sering berdialog, bertatap muka, sehingga mereka mengenal lebih dekat, lebih akrab.

Dalam kelompok-kelompok primer bercorak kekeluargaan dan lebih berdasarkan simpati. Pembagian kerja atau pembagian tugas pada kelompok menerima serta menjalankan tugas tidak secara paksa, lebih dititik beratkan pada kesadaran, tanggung jawabpara anggota dan berlangsung atas dasar rasasimpati dan secara sukarela.

Contoh-contoh kelompok primer, antara lain :keluarga, rukun tetangga, kelompok belajar,kelompok agama, dan lain sebagainya.

b. Kelompok sekunder
Antara anggota kelompok sekunder, terpaut saling hubungan tak Iangsung, formal, juga kurang bersifat kekeluargaan. Oleh karena itu, sifat interaksi, pembagian kerja, pembagian kerja antar anggota kelompok di atur atas dasar pertimbangan-pertimbangan rasional, obyektif.

Para anggota menerima pembagian kerja/pembagian tugas atas dasar kemampuan; keahlian tertentu, di samping dituntut dedikasi. Hal-hal semacam itu diperlukan untuk mencapai target dan tujuan tertentu yang telah di flot dalam program-program yang telah sama-sama disepakati. 

Contoh-contoh kelompok sekunder, misalnya : partai politik, perhimpunan serikat kerja/serikat buruh, organisasi profesi dan sebagainya. Berlatar belakang dari pengertian resmi dan tak resmi, maka tumbuh dan berkembang kelompok formal (formal group) atau lebih akrab dengan sebutan kelompok resmi, dan kelompok tidak resmi (informal group). 

Inti perbedaan yang terjadi adalah : Kelompok tidak resmi (informal group) tidak berstatus resmi dan tidak didukung oleh Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah tangga (ART) seperti yang lazim berlaku pada kelompok resmi.

Namun demikian, kelompok tidak resmi juga mempunyai pembagian kerja, peranan-peranan serta hirarki tertentu, norma-norma tertentu sebagai pedoman tingkah laku para anggota beserta konvensi-konvensinya. Tetapi hal ini tidak dirumuskan secara tegas dan tertulis seperti pada kelompok resmi (W.A. Gerungan, 1980 : 91).

Contoh : Semua kelompok sosial, perkumpulan-perkumpulan, atau organisasi-organisasi kemasyarakatan yang memiliki anggota kelompok tidak resmi.

2. Masyarakat Industri

Durkheim mempergunakan variasi pembangian kerja sebagai dasar untuk mengklasifikasikan masyarakat, sesuai dengan taraf perkembangannya. Akan tetapi  lebih cenderung mempergunakan dua taraf klasifikasi, yaitu yang sederhana dan yang kompleks. Masyarakat-masyarakat yang berada di tengah kedua eksterm tadi diabaikannya (Soerjono Soekanto, 1982 : 190).

Jika pembagian kerja bertambah kompleks, suatu tanda bahwa kapasitas masyarakat semakin tinggi. Solidaritas didasarkan pada hubungan saling ketergantungan antara kelompok-kelompok masyarakat yang telah mengenal pengkhususan. Otonomi sejenis, juga menjadi ciri dari bagian/kelompok-kelompok masyarakat industri. Otonomi sejenis dapat diartikan dengan kepandaian/keahlian khusus yang dimiliki seseorang secara mandiri, sampai pada batas-batas tertentu.

Contoh-contoh : tukang roti, tukang sepatu,tukang bubut, tukang las, ahli mesin, ahli listrik dan ahli dinamo, mereka dapat bekerja secara mandiri. Dengan timbulnya spesialisasi fungsional, makin berkurang pula ide-ide kolektif untuk diekspresikan dan dikerjakan bersama. Dengan demikian semakin kompleks pembagian kerja, semakin banyak timbul kepribadian individu. Sudah barang tentu masyarakat sebagai keseluruhan memerlukan derajat integrasi yang serasi. Akan tetapi hanya akan sampai pada batas tertentu, sesuai dengan bertambahnya individualisme.

 6. Makna serta Hubungan dari Individu, Keluarga dan Masyarakat

Individu merupakan sebutan untuk satu kesatuan yang terbatas,individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas di dalam lingkungan sosialnya,melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya.Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan individu adalah keluarga dan masyarakat, keluarga merupakan faktor internal dalam pertumbuhan individu sedangkan masyarakat merupakan faktor eksternal dalam pertumbuhan individu.


Peran keluarga merupakan faktor dasar dalam pembentukan karakter kita sebagai individu,didalam keluarga kita memperoleh gambaran dasar bahwa manusia itu adalah makhluk sosial jadi manusia tidak bisa bersikap individu seterusnya.Peran keluarga dalam hal ini sangat penting kita mulai belajar berinteraksi disini.Keluarga yang harmonis dapat membentuk pribadi kita yang lebih baik ketimbang keluarga yang tidak harmonis.

Apabila kita mempunyai keluarga yang harmonis,kita mendapatkan pelajaran-pelajaran untuk berinteraksi dengan masyarakat dengan baik,perasaan nyaman saat berinteraksi.Sebaliknya suasana keluarga yang tidak harmonis akan menimbulkan sikap buruk bagi individu tersebut,bagi individu yang berada dalam kondisi tersebut mereka cendrung menutup diri,sering merenung dan bersikap pasif.

Peran eksternal dalam pertumbuhan individu adalah masyarakat, ini tidak kalah penting dengan peran keluarga dalam membentuk karakter kita.

Suasana berinteraksi dalam masyarakat terkadang jauh berbeda dengan intraksi dalam keluarga.Masyarakat merupakan lingkungan yang harus dihadapi oleh individu.masyarakat ini sendiri membentuk individu dengan sendirinya,jadi sebagai individu kita harus pintar-pintar dalam bergaul dalam masyarakat agar kita bisa menjadi pribadi yang baik dan berguna buat sesama.

Walaupun didalam kondisi keluarga tidak harmonis kita bisa tetap bisa menjadi pribadi yang baik dengan aktif dalam organisasi masyarakat,kita menyaring hal-hal positif yang berada dalam lingkungan tersebut dan menerapkannya pada kehidupan sehari-hari kita.

Jadi antara Individu ,keluarga dan masyarakat merupakan satu-kesatuan yang tidak bisa dipisahkan,mereka saling keterkaitan antara satu dengan yang lain,tapi ini semua juga tergantung dalam pemikiran individu tersebut untuk  menjadi pribadi yang lebih baik.

Hubungan individu, keluarga, dan masyarakat :
  • Hubungan individu dengan dirinya sendiri
Hubungan individu dengan diri sendiri terdapat 3 sistem kepribadian, yaitu ID ( ES ), EGO dan SUPER EGO. Jika EGO gagal menjaga keseimbangan antara dorongan dari ID dan larangan dari SUPER EGO maka individu akan mengalami konflik batin terus – menerus.
  • Hubungan individu dengan keluarga
Hubungan individu dengan keluarga terdiri dari hubungan biologis, psikologis dan social.
  • Hubungan individu dengan lembaga
Hubungan individu dengan lembaga terdiri dari nilai – nilai dan norma – norma.
  • Hubungan individu dengan komunitas
Hubungan individu dengan komunitas atau sosialisasi terdiri dari penyebaran nilai dan budaya.
  • Hubungan individu dengan masyarakat
Hubungan individu dengan masyarakat sebagai lingkungan makro terdiri dari sifat – sifat makro ( mencakup komunitas, keluarga, lembaga dan individu ), lebih bersifat abstraksi.
  • Hubungan individu dengan nasion atau jiwanya

Nasion adalah suatu jiwa, asas spiritual dan solidaritas yang terbentuk oleh perasaan. Hubungan individu dan nasionnya itu sendiri merupakan posisi dan peranan yang ada pada diri sendiri.

7. Pengertian dan Proses Urbanisasi

Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Urbanisasi adalah masalah yang cukup serius bagi kita semua. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Jumlah peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan, fasilitas umum, aparat penegak hukum, perumahan, penyediaan pangan, dan lain sebagainya tentu adalah suatu masalah yang harus segera dicarikan jalan keluarnya.

Berbeda dengan perspektif ilmu kependudukan, definisi Urbanisasi berarti persentase penduduk yang tinggal di daerah perkotaan. Perpindahan manusia dari desa ke kota hanya salah satu penyebab urbanisasi. perpindahan itu sendiri dikategorikan 2 macam, yakni: Migrasi Penduduk dan Mobilitas Penduduk. Migrasi penduduk adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota yang bertujuan untuk tinggal menetap di kota. Sedangkan Mobilitas Penduduk berarti perpindahan penduduk yang hanya bersifat sementara saja atau tidak menetap.

Untuk mendapatkan suatu niat untuk hijrah atau pergi ke kota dari desa, seseorang biasanya harus mendapatkan pengaruh yang kuat dalam bentuk ajakan, informasi media massa, impian pribadi, terdesak kebutuhan ekonomi, dan lain sebagainya.

Pengaruh-pengaruh tersebut bisa dalam bentuk sesuatu yang mendorong, memaksa atau faktor pendorong seseorang untuk urbanisasi, maupun dalam bentuk yang menarik perhatian atau faktor penarik. Di bawah ini adalah beberapa atau sebagian contoh yang pada dasarnya dapat menggerakkan seseorang untuk melakukan urbanisasi perpindahan dari pedesaaan ke perkotaan.


SUMBER :
http://organisasi.org/pengertian-masyarakat-unsur-dan-kriteria-masyarakat-dalam-kehidupan-sosial-antar-manusia
http://ridhodarmawan.wordpress.com/2012/11/18/individu-masyarakat-dan-keluarga/
http://cahyamenethil.wordpress.com/2010/10/14/individu-keluarga-masyarakat/


»»  READMORE...

Senin, 28 Oktober 2013

Penduduk, masyarakat, dan kebudayaan

Bab 1. Pengertian penduduk masyarakat dan kebudayaan

Penduduk atau warga suatu negara atau daerah bisa didefinisikan menjadi dua:

  1. Orang yang tinggal di daerah tersebut
  2. Orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut. Dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal di situ. Misalkan bukti kewarganegaraan, tetapi memilih tinggal di daerah lain.


Penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah Geografi dan Ruang tertentu. Masalah – masalah kependudukan dipelajari dalam ilmu Demografi. Berbagai aspek perilaku manusia dipelajari dalam Sosiologi, Ekonomi, dan Geografi. Demografi banyak di gunakan dalam pemasaran, yang berhubungan erat dengan unit –unit ekonomi, seperti pengecer hingga pelanggan kelas berat berpotensial.

Pengertian Masyarakat adalah Masyarakat sebagai istilah Society adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah Sistem Semi Tertutup atau Semi Terbuka, Di mana sebagian besar interaksi adalah antara Individu – individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata “ Masyarakat “ sendiri berakar dari kata dalam Bahasa Arab, Musyarak. Lebih umumnya di sebut sebuah Masyarakat adalah suatu jaringan hubungan – hubungan antara Entitas – entitas. Masyarakat adalah sebuah Komunitas yang Interpeden (Saling tergantung satu sama lain). Umumnya istilah Masyarakat digunakan muntuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.

Dalam bahasa Inggris masyarakat adalah society yang pengertiannya mencakup interaksi sosial, perubahan sosial, dan rasa kebersamaan. Istilah masyarakat disebut pula sistem sosial.

Ciri-ciri suatu masyarakat pada umumnya sebagai berikut.a. Manusia yang hidup bersama sekurang-kurangnya terdiri atas dua orang.b. Bergaul dalam waktu cukup lama. Sebagai akibat hidup bersama itu, timbul sistem komunikasi dan peraturan-peraturan yang mengatur hubungan antarmanusia.c. Sadar bahwa mereka merupakan satu kesatuan.d. Merupakan suatu sistem hidup bersama. Sistem kehidupan bersama menimbulkan kebudayaan karena mereka merasa dirinya terkait satu dengan yang lainnya.

Pengertian Kebudayaan adalah Budaya atau Kebudayaan berasal dari Bahasa Sansekerta yaituBuddhayah, Yang merupakan bentuk jamak dari Buddhi (Budi dan Akal) diartikan sebagai hal – hal yang keterkaitkan dengan Budi dan Akal Manusia. Dalam Bahasa Inggris, Kebudayaan disebut Cultuter, yang berasal dari kata latin Colere, yaitu Mengolah dan Mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata Culture juga kadang diterjemahkan sebagai “Kultur” dalam Bahasa Indonesia.


1.1 Mengkaji tentang pertumbuhan penduduk di Indonesia

Definisi Pertumbuhan penduduk adalah perubahan jumlah penduduk di suatu wilayah tertentu pada waktu tertentu dibandingkan waktu sebelumnya. Misalnya pertumbuhan penduduk Indonesia dari tahun 1995 ke tahun 2000 adalah perubahan jumlah penduduk Indonesia dari tahun 1995 sampai 2000.
Kegunaan Indikator tingkat pertumbuhan penduduk sangat berguna untuk memprediksi jumlah penduduk di suatu wilayah atau negara dimasa yang akan datang. Dengan diketahuinya jumlah penduduk yang akan datang, diketahui pula kebutuhan dasar penduduk ini, tidak hanya di bidang sosial dan ekonomi tetapi juga di bidang politik misalnya mengenai jumlah pemilih untuk pemilu yang akan datang. Tetapi prediksi jumlah penduduk dengan cara seperti ini belum dapat menunjukkan karakteristik penduduk dimasa yang akan datang. Untuk itu diperlukan proyeksi penduduk menurut umur dan jenis kelamin yang membutuhkan data yang lebih rinci yakni mengenai tren fertilitas, mortalitas dan migrasi.


Bayangkan, dengan angka jumlah penduduk Indonesia yang saat ini mencapai sebesar 240 juta. Jika trennya masih seperti ini, diperkirakan pada 2030 jumlah penduduk kita mencapai 340-400 juta. Tidak hanya masalah kesehatan, di masa mendatang pastinya ledakan penduduk yang tidak wajar akan menciptakan berbagai persoalan pelik seperti, krisis pangan, keterbatasan lahan tempat tinggal, kerusakan lingkungan, tingginya angka kriminalitas.

Kekhawatiran ini wajar, karena saat ini saja kita masih diterpa persoalan kenaikan harga cabai, bawang, daging sapi, daging ayam, dan sembako lainnya. Tingginya tingkat konsumsi semakin sulit teratasi ketika jumlah penduduk melambung, sedangkan ketersediaan pangan sangat terbatas. Lalu, apa yang menjadi persoalan kampanye KB selama ini? Permasalahan pertama adalah, luas wilayah Indonesia yang secara geografis terbentang dari satu pulau ke pulau yang lain.

Kedua, penerapan kebijakan otonomi daerah, karena masing-masing kepala daerah punya arah yang berbeda dengan program KB. Sarana-prasarana penunjang pemakaian KB, seperti klinik kesehatan, menjadi tidak optimal. Timpangnya pendapatan satu daerah dengan daerah yang lain jelas membuat pembangunan sarana kesehatan juga terhadang. Belum lagi ketersediaan tenaga dokter atau bidan. Di daerah makmur bisa jadi akan memiliki banyak klinik, dokter, dan bidan.


1.2 Mengkaji  hubungan antara masalah penduduk dengan perkembangan budaya

Pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.

Seperti yang kita ketahui, perkembangan budaya indonesia salalu saja naik dan turun. Pada awalnya, indonesia sangat banyak mempunyai peninggalan budaya dari nenek moyang kita terdahulu, hal seperti itulah yang harus dibanggakan oleh penduduk indonesia sendiri, tetapi sekarang-sekarang ini budaya indonesia agak menurun dari sosialisasi penduduk kini telah banyak yang melupakan apa itu budaya Indonesia. Semakin majunya arus globalisasi rasa cinta terhadap budaya semakin berkurang, dan ini sangat berdampak tidak baik bagi masyarakat asli Indonesia. Terlalu banyaknya kehidupan asing yang masuk ke Indonesia, masyarakat kini telah berkembang menjadi masyarakat modern.. namun akhir-akhir ini indonesia semakin gencar membudidayakan sebagian budaya indonesia, buktinya, masyarakat luar lebih mengenal budaya indonesia dibandingkan masyarakat indonesia.Sebagai contoh adalah batik hasil dari budaya indonesia, batik tersebut belakangan ini termasuk bahan-bahan yang diminati oleh masyarakat luar. Muncul trend ini dikarenakan batik telah diresmikan bahwa batik tersebut telah ditetapkan oleh UNESCO pada hari jumat tanggal 02 oktober 2009 sebagai warisan budaya indonesia, dan hari itulah ditetapkannya sebagai hari batik nasional.Secara kategorikal ada 2 kekuatan yang mmicu perubahan sosial, Petama, adalah kekuatan dari dalam masyarakat sendiri (internal factor), seperti pergantian generasi dan berbagai penemuan dan rekayasa setempat. Kedua, adalah kekuatan dari luar masyarakat (external factor), seperti pengaruh kontak-kontak antar budaya (culture contact) secara langsung maupun persebaran (unsur) kebudayaan serta perubahan lingkungan hidup yang pada gilirannya dapat memacu perkembangan sosial dan kebudayaan masyarakat yang harus menata kembali kehidupan mereka .Didalam budaya seni, indonesia mempunyai kemajuan. khususnya Tarian tradisional telah mengalami kemajuan yang cukup baik dan telah meranjak ke internasional

1.3 Contoh kebudayaan yang masuk Indonesia

Seiring berjalannya waktu, era globalisasi banyak mempengaruhi aspek aspek kehidupan, salah satunya kebudayaan. Indonesia yang letaknya sangat strategis memudahkan budaya budaya luar masuk dengan mudah, seperti kpop.

Kpop yaitu, sejenis yang 'berbau' negara korea seperti : drama, musik, budaya, makanan. Telah menyebar pesat pada segmen remaja di Indonesia. Mereka sangatlah memuji/mendambakan kpop tersebut.


Sumber:

http://m.sindonews.com/read/2013/09/26/18/787552/pertumbuhan-penduduk-sudah-lampu-merah

http://imadwaulat.wordpress.com/2011/10/11/mengkaji-hubungan-antar-masalah-penduduk-dengan-perkembangan-kebudayaan/


»»  READMORE...

Senin, 14 Oktober 2013

Masalah dan kenyataan sosial dalam masyarakat

Manusia adalah makhluk sosial, adapun masalah masalah yang terjadi dalam masyarakat dan cara mengatasinya seperti berikut :

  • Pengangguran
Pengangguran ialah jumlah tenaga kerja lebih banyak dibandingkan dengan lapangan pekerjaan yang menyerapnya. 

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans), Muhaimin Iskandar mengatakan, ada beberapa penyebab tingginya tingkat pengangguran di Indonesia. Salah satunya, keterbatasan kesempatan kerja baru serta tidak adaya link and match antara kompetensi yang dimiliki tenaga kerja dengan pasar kerja. "Di sisi lain, di sektor formal, penciptaan lapangan kerja baru membutuhkan kehadiran investor untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya produktivitas kerja. 

Upaya yang dilakukan adalah melaksanakan program padat karya, pengembangan wirausaha produktif dan memperbanyak pelaksanaan bursa kerja (job fair) oleh pemerintah dan swasta. Dikatakan Muhaimin, pemerintah mendukung dan mengembangkan program kewirausahaan khususnya kaum muda dengan mendayagunakan sumber daya yang ada, memfasilitasi permodalan, promosi serta mendukung usaha yang berkelanjutan. Pemerintah  pun menyediakan fasilitas dan program-program pelatihan kerja yang tersedia di Balai Latihan Kerja (BLK) di seluruh Indonesia untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja dan mengurangi angka pengangguran di daerah-daerah.
  • Kemiskinan
Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan,dll.

Oleh karena itu, kemiskinan wajib untuk ditanggulangi, sebab jika tidak tertanggulangi akan dapat mengganggu pembanguan nasional. Dalam konteks ini, beberapa upaya yang tengah dilakukan oleh pemerintah Indonesia adalah dengan menggerakkan sektor real melalui sektor UMKM. Beberapa kebijakan yang menyangkut sektor ini seperti program KUR (Kredit Usaha Rakyat) dan PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat). Upaya strategis yang dapat dilakukan dalam rangka pemberdayaan UMKM antara lain, pertama, menciptakan iklim yang kondusif bagi pengembangan UMKM meliputi regulasi dan perlindungan usaha. Kedua menciptakan sistem penjaminan bagi usaha mikro. Ketiga menyediakan bantuan teknis berupa pendampingan dan bantuan menejerial. Keempat memperbesar akses perkreditan pada lembaga keuangan. Dengan empat langkah tersebut, maka sektor UMKM akan lebih bergerak yang pada akhirnya akan berakibat pada pengurangan angka kemiskinan. kemiskinan akan makin bertambah seiring tidak terjadinya pemerataan pembangunan.

Beberapa program yang tengah digalakkan oleh pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan antara lain dengan memfokuskan arah pembangunan pada tahun 2008 pada pengentasan kemiskinan. Fokus program tersebut meliputi 5 hal antara lain:

  1. Menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok
  2. Mendorong pertumbuhan yang berpihak pada rakyat miskin
  3. Menyempurnakan dan memperluas cakupan program pembangunan berbasis masyarakat
  4. Meningkatkan akses masyarakat miskin kepada pelayanan dasar
  5. Membangun dan menyempurnakan sistem perlindungan sosial bagi masyarakat miskin.


Dari 5 fokus program pemerintah tersebut, diharapkan jumlah rakyat miskin yang ada dapat tertanggulangi sedikit demi sedikit. Beberapa langkah teknis yang digalakkan pemerintah terkait 4 program tersebut antara lain:
a. Menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok. Fokus program ini bertujuan menjamin daya beli masyarakat miskin/keluarga miskin untuk memenuhi kebutuhan pokok terutama beras dan kebutuhan pokok utama selain beras.
b. Menyempurnakan dan memperluas cakupan program pembangunan berbasis masyarakat. Program ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi dan optimalisasi pemberdayaan masyarakat di kawasan perdesaan dan perkotaan serta memperkuat penyediaan dukungan pengembangan kesempatan berusaha bagi penduduk miskin. Program yang berkaitan dengan
c. Meningkatkan akses masyarakat miskin kepada pelayanan dasar. Fokus program ini bertujuan untuk meningkatkan akses penduduk miskin memenuhi kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan prasarana dasar.
d. Membangun dan menyempurnakan sistem perlindungan sosial bagi masyarakat miskin. Fokus ini bertujuan melindungi penduduk miskin dari kemungkinan ketidakmampuan menghadapi guncangan sosial dan ekonomi.

Jika dibiarkan saja masalah masalah ini, akan berdampak serius pada sektor lainnya.

SUMBER :

http://m.sindonews.com/read/2013/08/27/34/775997/ini-penyebab-tingginya-pengangguran-di-indonesia

http://marx83.wordpress.com/2008/07/05/upaya-penanggulangan-kemiskinan/
»»  READMORE...

Jumat, 27 September 2013

Curcooool

Siang siang bolong ngepost rasanyaaaaa T.O.P bingiiit lah haha
Hampir 8 bulan ga ngeblog *beberesngambilinsaranglabalaba*

Pokoknyaaaaa ini yang terBAIK!!! BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIIIIM O:))))
»»  READMORE...

Hakikat dan fungsi Ilmu Sosial Dasar dalam Perguruan Tinggi khususnya Teknik Arsitektur

Ilmu sosial dasar hakikatnya adalah ilmu yang timbul dan berkembang karena masalah masalah sosial pada diri manusia dalam bermasyarakat. Merupakan gabungan disiplin ilmu yang digunakan dalam pendekatan dan pemecahan masalah sosial yang ada di lingkungan sekitar kita. Serta memberikan dasar dasar pengetahuan tentang konsep untuk mengkaji gejala sosial.

Materi pengajaran pada ilmu sosial dasar di perguruan tinggi ialah :

  • Kenyataan sosial yang ada dalam masyarakat
  • Masalah sosial yang ada dalam masyarakat
  • Konsep sosial dan pengertian tentang kenyataan sosial


Ilmu sosial dasar pada perguruan tinggi, merupakan lanjutan dari ilmu pengetahuan sosial yang di dapat dari SD, SMP, SMA. Dengan adanya mata kuliah ilmu sosial dasar agar sebagai wadah pembentukan dan pengembangan pola pikir, wawasan, kepribadian diri sikap mahasiswa.

Dalam dunia arsitektur, bidang ilmu sosial dasar menjadi sangat penting karena kita harus memahami masalah yang terjadi dalam masyarakat, perilaku serta komunikasi sosial. Karena sikap individu setiap orang berbeda beda. Apalagi, bidang arsitektur di butuhkan kemampuan komunikasi yang baik dalam bersosialisasi.

Mahasiswa, sudah saatnya dewasa, dapat memilih dan mengambil mana baik atau buruk. Ilmu sosial dasar sangatlah penting sebagai bahan / bekal hidup dalam bermasyarakat yang baik. Khususnya berkenaan dengan sikap dan tingkah laku manusia dalam menghadapi manusia lainnya, serta menumbuhkan sikap sosial antar sesamanya, agar tercipta kehidupan bermasyarakat yang rukun dan tentram.

Sumber:

http://putrimega-putrimega.blogspot.com/2011/02/hakekat-dan-fungsi-ilmu-sosial-dasar.html
»»  READMORE...

Sabtu, 26 Januari 2013

Pancasila ituuu??

Pancasila, rasanya terdengar sakral sekali ditelinga kita dan sudah pasti tidak asing lagi. Sejak Sekolah Dasar, setiap upacara pada hari senin sudah pasti selalu di bacakan dengan tegas dan seksama. Dari mulai tidak tahu apa itu Pancasila sampai akhirnya kita mengenal. Masih ingat kan dengan Pancasila??

Baiklah akan coba saya jelaskan sedikit, Pancasila sebagai ideologi terbuka maksudnya ideologi yang nilainya tidak dipaksakan dari luar, bukan pemberian dan milik negara tetapi merupakan realita masyarakatnya. Oleh karena itu Pancasila sebagai Ideologi negara adalah gagasan fundamental, pedoman hidup, cita-cita masyarakat mengenai hidup bernegara milik seluruh bangsa Indonesia.

Adapun faktor pendorong Pancasila sebagai ideologi terbuka ialah : 
  • Dalam proses pembangunan nasional berencana, dinamika Bangsa Indonesia berkembang sangat cepat
  • Runtuhnya Ideologi tertutup (Komunis)
  • Pengalaman sejarah politik bangsa Indonesia dengan pengaruh komunisme
  • Tekad bangsa Indonesia untuk menjadikan Pancasila sebagai satu-satunya asas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

Makna Pancasila sebagai Ideologi terbuka :
  • Pancasila harus menyesuaikan diri dengan zaman
  • Bangsa Indonesia harus memberikan orientasi kedepan
  • Nilai dasar bangsa Indonesia dapat dikembangkan sesuai dengan kehidupan bangsa Indonesia

Sebaiknya marilah kita kembali memaknai dengan sungguh-sungguh apa pancasila itu, bukan hanya menghapalnya saja hingga diluar kepala guys! hehe :)

»»  READMORE...

Pancasila

Hai semua, masih pada ingat sama pancasila kan? Ayo katakan dengan sangat lantang dan semangat!!! :)

Pancasila

  1. Ketuhanan yang maha esa
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan  Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
»»  READMORE...

Selasa, 15 Januari 2013

Usaha meningkatkan koperasi

Kondisi Ekonomi koperasi di Indonesia, tentunya telah mengalami pasang surut. Masa kejayaan koperasi pada saat era orde baru sangatlah membantu perekonomian masyarakat dan bangsa ini. Seharusnya Ekonomi koperasi Indonesia perlu diperhatikan kembali sistemnya.

Oleh karena itu, kita sebagai masyarakat marilah kita meningkatkan kesadaran diri kita masing - masing dalam usaha meningkatkan koperasi di Indonesia dengan cara :


  • Meningkatkan kinerja anggota koperasi dengan memberikan training atau pelatihan kepada anggota koperasi
  • Memodifikasi produk yang terdapat dikoperasi agar menjadi lebih menarik serta memberikan nilai jual lebih.
  • Menyesuaikan koperasi sesuai dengan perkembangan zaman, atau sesuai minat konsumen
  • Memperbaiki koperasi secara menyeluruh
  • Mensosialisasikan lagi apa itu koperasi serta tujuannya kepada khalayak umum
  • Menjadikan koperasi exist kembali
  • Merangkul generasi - generasi muda agar lebih mengetahui lebih dalam tentang koperasi
  • Satu lagi action dari koperasi akan sangat penting bagi masyarakat


»»  READMORE...